U'll NEVER WORK ALONE


Nie lagu special gw request dari saint loco, judulnya Jadilah pemenang,lagunya bwat smua

member tpm-club, terutama wat yang lum dpt tempat

kerja, No matter how old are u, how smart are u, how "little" are u or how hansom are u, it`s

doesn't matter for work place, U are not alone. Yang namanya Rezeki dah diatur yang Maha Kuasa,

yang penting gmana kita sebagai manusia tetep semangat dan selalu punya motifasi bwat dapet

semua 7-an kita baik sekarang ato masa depan. Don`t ever give up with situation. Coz we make

the Condition.

Dan bwat yang dah pada sibuk kerja tetep smangat ya teruz ciptakan motifasi biar tetep eksis di

tempat kerja masing-masing dan teruz berkarya. Coz u'll never work alone guys...........

3 tahun dah kuliah dan bertujuan bwat lulus bareng, bkan usaha gampang dan gw jga yakin

secara pribadi bukan usaha individu semata.

Special bwat fandi Ananda, Tetep smangat jga ya bro staun lagi dah bisa liat the real life,

mudah2an ga ad halangan lagi ya boz....

Jangan lagi hidup dalam bayang-bayang kegagalan.
Jangan lagi hidup dalam pengalaman buruk

Jangan lagi hidup dengan komentar negatif orang lain
Jangan lagi hidup dalam ketakutan

Hiduplah dengan penuh kepercayaan, harapan, dan semangat. Jangan sia-siakan hidup Anda.

Salam Pemenang,

aKHIR KATA ga ad seikat sapu lidipun yang bisa patah hanya sekali tekuk...

a.k.a : T.te

8 komentar:

Anonim mengatakan...

cuy, minta request mass romantic dunk, lagu reviewnya gw kirim ke rotibasi.

Anonim mengatakan...

I just only says thanx to all my friends

Anonim mengatakan...

fandi....kalo udah just gau usah pake only lagii....he2x

Anonim mengatakan...

oooo...jadi gini yang dah les di LIA>....
can give a comment to our lesson...


heheheee

Anonim mengatakan...

te...te...tete..akhir bln februari inget boz,i've get some plane 4 us.(juned,adin,tiwa,ote) gift from d' new soldier 2 akatsuki...contact me soon,ok.

Anonim mengatakan...

Salam tpm unemployees,
Sebenernya di unilever bnyk posisi kosong sbg Foreman produksi,tp gw msh lum taw lubang bwat email...tp yg jelas cb aja by pos melalui almat yg dah prnh gw ksh taw,coz 2009-2010 bnyk foreman2 yg pd pensiun...klo yg maw taw seluk beluk unilever,u can call me brother..

Anonim mengatakan...

gk nyangka tmn2 gw, dwasa2 euy.. y ampn, adn have some plane for his friends, krn.. Ttp smangggaat y tmn2, kta smua psti bisa sukses..

Anonim mengatakan...

Sang Pemenang

Suatu ketika, tampak sekelompok anak laki laki sedang mengikuti sebuah
lomba mobil balap mainan di sebuah pusat perbelanjaan. Suasana sungguh
meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang
dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya
buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Diantara
ke 4 anak itu, Ada seorang anak bernama Randi. Mobilnya tak istimewa,
dibanding semua lawannya, mobil Randi lah yang paling tak sempurna.
Beberapa anak menyangsingkan bahkan meremehkan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu
menarik.Dengan tampilan seadanya , yang dibuat dari kayu yang sederhana
dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan
mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Randi bangga terhadap
mobil yang dimilikinya , karena mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah
saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak
mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
"pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Randi meminta
waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak menepi dan
berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan
yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,
"Ya, aku siap!"

1..2...3...Dor. Tanda pertandingan dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat.
Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai,
bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo...ayo.. .cepat... cepat, maju...maju" , begitu teriak mereka. Ahha...
sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlampaui. Dan Randi lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga
Randi. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati "Terima kasih."

Saat
pembagian piala tiba. Randi maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala
itu diserahhkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan kecil kamu pasti
tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Randi terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" Ia lalu melanjutkan,
"Sepertinya, tak adil rasanya meminta pada Tuhan untuk menolong saya
demi mengalahkan orang lain. Aku , hanya bermohon pada Tuhan, supaya
aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar
ungkapan bijak dari mulut seorang anak laki laki kecil. Setelah
beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Renungan :
Anak-anak
tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Randi ,
tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian, juga tak
memohon kepada Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang
ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua
harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, ia memohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi
itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang
kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap
permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk
menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang
dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk
menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal,
bukanlah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan- Nya, dan
panduan-Nya?

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita
kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan
ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin,
Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah,
cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap
hamba-Nya yang shaleh.

Artikel lainnya

Salam Sukses

Irma Sustika LUTCF

Posting Komentar

Klo mau isi comment,untuk kolom beri komentar sebagai :
di pilih : Name/URL ya,
Name : isikan nama anda
URL : Kosongkan aja