PROSEDUR PENILANGAN

[SHARE] para juragan, ane mau share pengalaman ane nih…

kemarin tanggal 16 feb 2009 pas ane lagi di semarang, ane kena tilang di seberang swalayan ADA Bulu jam 10.30-an, begini kronologis percakapan:

Polisi A : selamat siang, pak...bisa liat STNK ma SIM?
Ane : (sambil terbengong-bengong, ngeluarin dompet, kasih SIM ma STNK) ini pak...

Polisi A : bapak saya tilang karena knalpot bapak ga standar (knalpot modif boz, yang suaranya gede itu lho..emang bener ya knalpot kayak gitu dilarang??)
Ane : waduh...! (dalam hati, mana kagak bawa duit lagi)
Nb: itu sebenarnya bukan motor ane, tapi punya temen bapak, jadi ane pinjem...

Berikutnya ane di bawa ke mobil polisi terdekat, SIM ma STNK dikasi ke polisi B
Polisi B : selamat siang, pak...bapak salah dimana? (polisi A ga kasi tau polisi B, so tanya ulang gitu...)
Ane : knalpot ga standar pak (***jujur mode on)

Polisi B : jadi gimana, mau “damai” atau di pengadilan?
Disini ane mulai mikir, dompet dah bolong, masak ke atm dulu? Tapi ane juga uda males jalur ”damai”, coz tuh duit juga masuk kantong pribadi, so ane ga rela duit kerja keras ane buat ngebikin gendut para polisi....

Ane liat sekitar, banyak yang ketilang juga, rata2 milih damai, kena 30rb-an...
Lagi bingung2na, ane langsung inget pernah baca di sebuah forum mengenai etika tilang-menilang, iseng2 ane cobain...
Ane : saya minta slip biru, boleh ga pak?

(Polisi diem sejenak, tau deh mikir apaan)....
Polisi B : oh, yaudah...

Langsung tuh SIM ma STNK gw di kasi ma polisi C yang ngurus soal pengisian slip tilang....
Polisi C : kamu minta slip biru? Emang kesalahanmu apa?\
Ane : knalpot ga standar pak...

Polisi C : kira2 bisa diganti nggak tuh knalpot?
Ane : nanti saya bilang pemiliknya pak, masalahnya itu bukan motor saya pak, cuma minjem...

(polisi C diem agak lama, trus tau gak dia bilang apa?? Nih dia..)
Polisi C : ya udah ni SIM ma STNK kamu...lain kali pake knalpot yang standar...
Ane : (gw cuma melongo...) lah trus slip birunya pak?

Polisi C : ga usah, kamu langsung aja pergi, gak apa2

Horee, ane langsung ngacir boz, untung ane langsung inget soal slip tilang, coba kalo nggak, bisa lewat jalur ”damai”, ane males nyogok polisi, tapi juga males ke pengadilan...

jadi gini rekan2, about slip tilang, seingat gw ada 3 macam :
slip putih - ni slip kalo ga salah dipegang ma pihak kepolisian..

slip merah - berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan, dan mau membela diri secara hukum/sidang di pengadilan setempat. banyak orang menghindari ini, coz lama, terlalu banyak meja yang mesti dilalui (baca : birokrasi-nya bikin stress), belum juga calo....

slip biru - berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM BRI. Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita yang ditahan. Guess what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.....

kasi temen2 kalian yang belom tau ni info,,, coz kemarin yang ane liat, banyak juga yang ketilang tapi lebih milih jalur "damai", it proved that banyak juga yang lom tau soal slip biru kan? sebenarnya (katanya sih) dalam prosedurnya, ketika kita ditilang, kita ditawari 2 pilihan ma polisi : slip biru ato merah? bukan "damai" atau pengadilan? gitu....tapi (mungkin) para polisi melihat kesempatan itu sebagai tambahan penghasilan sehingga slip biru (hampir) tidak pernah disebutkan dalam proses penilangan....

di sini, ane ga bermaksud untuk mencoba mencamarkan nama baik polisi (lha wong dah tercemar, ngapain mesti dicemarin lagi?), tapi tetep ane pada tujuan semula : membagi wawasan jreng4x....(***sok bijak mode on)

wkwkwk...jujur ada 1 pertanyaan yang bikin gw bingung :
Kenapa waktu ane minta slip biru gw malah dibebasin? Ga kena biaya sama sekali? Padahal ane juga salah, pake knalpot ga standar (sebelumnya ga tau kalo knalpot kayak gitu dilarang)...
Tapi setidaknya kan ane mesti disuruh cari atm BRI terdekat terus membayar paling tidak 25-30 rb kan? Tapi kenapa malah langsung disuruh pergi? Why? Why? Why? rekan-rekan ada yang tau? Atau mungkin juga ada koneksi ama polisi yang bisa nerangin? Thx b4....

sumber : pengalaman saia sendiri...

13 komentar:

Anonim mengatakan...

Gw pernah tanya ma polisi di bandung, mang ga boleh pke knalpot racing???????
di jawab ma dia, sebenernya yg ga boleh adalah membuat kegaduhan yang menyebabkan orang lain/ warga sekitar terganggu.

Jd sebenernya ga ada pasal yg menyebutkan ga boleh pake knalpot slain standart, coz lum ada UU yang menyebutkan standart suara buangan knalpot yang diizinkan adalah berapa db???

jd majuin aja klo ditilang gara2 knalpot ga standart, polisinya hrs buktikan dulu dengan alat soundmeter.........

Anonim mengatakan...

Memilih anak buah (karyawan) dan sukses entrepreneur

Banyak orang yang masih kurang care atau menganggap sepele dalam
merekrut anak buah atau staff ketika memulai usaha. Yang penting asal
mau diajak bergabung dan mau dibayar murah, namun kurang melihat
bagaimana kemampuan anak buah itu untuk diajak berlari memajukan
bisnis. Artinya yang dilihat hanya 'harganya' sekarang (present value)
yang bisa dibayar murah, disisi lain kurang memperhatikan nilai masa
depannya (future value).

Padahal kualitas anak buah (pada SDM kita) itu sangat menentukan.
Maklum seorang entrepreneur tak mungkin melakukan semuanya sendiri.
Tangan dia hanya dua, kaki juga dua, dan indra pikir (otak) dia juga
hanya satu. Sehebat apapun seorang entrepreneur dia pasti punya
keterbatasan karena itu butuh orang-orang lain di sekitarnya yang bisa
ia delegasikan tugas dengan kualitas hasil yang kurang lebih sama
bagus dibanding kalau ia sendiri yang melakukannya. Syukur-syukur
kalau bisa mengerjakan lebih bagus daripada ia sendiri yang melakukan.

Sejauh yang saya tahu, entrepreneur besar yang kemudian sukses
melairkan perusahaan2 besar, juga didukung oleh para anak buah yang
hebat yang mampu menerjemahkan keinginan owner, mampu bekerjasama,
loyal, dan mau mencari ide-ide terobosan bisnis tanpa diomelin si
owner sekalipun. Mari kita bercermin dari kasus Astra. Kenapa Astra?
Bagaimanapun Astra adalah salah satu perusahaan terbesar dan tersukses
di Indonesia, dan juga menerapkan sistem manajerial yang oleh para
ahli disebut-sebut sebagai yang terbaik di Indonesia.

Astra bisa besar dan menggurita seperti sekarang tak lepas dari
perintisnya, yakni om William Suryajaya. Beliau adalah pendiri Astra
yang awalnya bisnisnya juga trading, mensuplai kebutuhan beberapa
instansi, sebelum menjadi raja otomotif. Banyak orang yang tak tahu
kalau kalau Astra besar juga karena Om William punya beberapa anak
buah yang hebat saat perintisan yang notabene adalah beberapa
keponakannya sendiri. Sebut saja Pak TP Rachmat dan Pak Teddy Tohir --
masih ada beberapa yang lain.

Mereka ini sudah ikut Om William dari jaman susahnya dulu. Tapi mereka
inilah anak buah yang berbakat yang memberikan kontribusi besar kepada
si owner (entrepreneur) . Selain bekerja keras, juga capable dan punya
visi. Terbukti Astra kemudian besar dan para anak buah itu kemudian
juga mandiri menjadi enterpreneur yang sukses. Tedy Thohir kemudian
sukses mendirikan bisnis sendiri Group Wahana (dealership dan
financing untuk sepeda motor) -- Wom Finance. Sekarang bisnis dia
sudah diteruskan anak-anaknya (Garibaldi Tohir dan Erick Tohir). TP
Rachmat juga demikian. Orang ini, setelah lama menjadi Presdir Group
Astra setelah era Om William, ia juga mendirikan usaha sendiri,
Triputra Group yang kini juga menjadi salah satu kelompok usaha besar
di Indonesia. Saya kira orang Astra pasti mengakui Astra bisa besar
salah satunya karena andil TP Rachmat, karena orang inilah yang
membangun sistem di Astra. Dai juga cukup lama menjadi presdir Astra
sebelum kahirnya mengundurkan diri.

Bagi para pemula bisnis, memang tidak mudah meniru langkah Om William,
mencari anak-anak buah dari keluarga dekat yang hebat dan masih mau
dibayar murah saat merintis bisnis. Yang penting saya kira
semangatnya, cari anak buah terbaik sejauh yang bisa dilakukan. Jangan
asal comot. Bagaimanapun kemajuan bisnis amat ditentukan SDM-nya.
Kebetulan saya pernah tanya ke Pak TP Rachmat, apa rahasia beliau
membesarkan Astra dan juga bisnis sendiri, jawabnya, ialah SDM. Punya
tim yang hebat. Beliau kalau mau masuk di bisnis baru bukan bidangnya
dulu yang dicari, namun orangnya dulu. Ada nggak orang yang siap
beliau tempatkan sebagai CEO, GM, sbg. Beliau orang yang sangat
concern dengan man management atau people management dan inilah salah
satu pilar terpenting dalam bisnis. Kata beliau "kalau kita punya tim
atau anak buah yang bagus sudah seperti Rinso, bisa mencuci sendiri".

Saya juga tahu banyak soal Astra dari relasi saya Pak Harijanto,
beliau mantan tim-nya Pak TP Rachmat di Astra yang kemudian juga
sukses menjadi entrepreneur. Pak Harijanto, pengusaha sepatu yang kini
punya 9.000-an karyawan, juga menerapkan man management ala Astra di
perusahaannya. Dari mulai cara rekruitmen hingga bagaimana mengelola
anak buah (soal upah dll). Makanya di perusahaan Pak Harijanto ini
cukup harmonis meski pekerjanya ribuan orang. Beliau masih bisa nyanyi
bersama dan dangdutan bersama karyawannya atau makan bersama di kantin
perusahaan. Ini nggak gampang lho, apalagi saat ini banyak pemilik
perusahaan yang datang ke pabriknya sendiri takut. Takut didemo, takut
dikeroyok, takut dilempari kerikil, dll, karena soal upah dan sistem
ketenagakerjaan yang kurang baik. Makanya ada beberapa pabrik yang
dibakar atau disandera oleh karyawannya sendiri. Tragis. Mungkin
pemiliknya menangis juga kenapa dia yang punya perusahaan tapi mau
masuk pabriknya sendiri tak boleh. Tapi itu bisa jadi itu tuah dari
ulahnya sendiri, karena tidak menerapkan man/people management yang
baik, adil dan transparan.

Ada baiknya belajar dari Astra dan juga perusahaan yang menerapkan man
managemen dengan baik lainnya. Carilah anak buah yang baik, potensial
dan berbakat, lalu pertahankan dia dengan man management yang baik
(penggajian, training, dll). Semoga upaya perintisan bisnis
kawan-kawan semua sukses sesuai harapan. Bagi yang ingin menyimak dan
mengkaji kisah dan kiat bisnis dari Pak Harijanto, pengusaha sepatu
yang awalnya hanya penjaga gudang namun kini punya 9.000-an karyawan,
bisa baca sendiri di buku terbitan Gramedia '10 PENGUSAHA YANG SUKSES
MEMBANGUN BISNIS DARI 0", disusun Sudarmadi. Kawan-kawan juga bisa
membaca kiat dan kisah 9 pengusaha lainnya di buku itu yang saya
percaya akan mendatangkan banyak manfaat.


tuh te, katanya mau mau jadi pengusaha makanan
sedikit inspirasi dari saya

thank`s ya blogger lesson kmaren, sering2 comment jga ke blog saya ya!

Irma Sustika LUTCF
HR-darmaactivation

Anonim mengatakan...

kyknya gw tau tuh te kpn kejadiannya..

pas gw k copetan di bandung kan??

hehehehehehehe...

Anonim mengatakan...

iya ji, gw merasakan sense yang sama seperti kamu...antara kau, ote, dan pencopet...

Anonim mengatakan...

soal tlg mnilang,polisi emank jgonya...
yg pntg c,siapkn mental n kbranian tuk melawannya..
te kt sp uu nya tlg mnilang cma gra2 knalpot g standart ga ada, klo mnurut otak para polisi c ada tuh uu nya.
yaitu uud namanya, ujung-ujungnya duit...
wkwkwkwkw....

Anonim mengatakan...

di luar faktor tilang menilang! di luar faktor polisi korup! Pernah kah kita mencoba untuk melihat diri sendiri! Sebagaimana qta sebagai warga negara indonesia yang bai dalam berlalu lintas! Sudah kah kita mematuhinya! coba! betapa moral bangsa ini sudah bobrok! contoh kasus! pernah gw berhenti d sebuah lampu merah! di belakang garis putih! gw adalah orang pertama yang berhenti di lampu merah itu!
Lalu datang motor kedua! motor itu berhenti tepat d samping kiri gw! sama2 di belakang garis putih! kemudian datang lagi motor ketiga! lalu motor ketiga itu berhenti melampaui garis putih bahkan zebra cross! Lanjut datang motor ke 4 dan ke 5 dan selanjutnya! apa yang terjadi! lalu motor kedua yang tadi berhenti d sebelah gw memutuskan untuk mengikuti si motor ketiga! lalu motor motor lainya ikut terpengaruh! kecuali gw! Apa yang isa d tarik dari kejadian ini! betapa gampang nya orang2 indonesia mayoritas terprovokasi! untung hal yang sepele saja! Teman2 coba direnungkan dari kejadian ini! gw pun sedang mencoba untuk tertib berlalu lintas! kalo gak di mulai dari kita sendiri! Bagaimana generasi yang lebih muda dari kita mencontoh kita! Kita harus mulai berkontribusi merubah moral bangsa kita!

Anonim mengatakan...

so wise ji..

Anonim mengatakan...

wah, komennya berat2 euy...
ga mampu otak saia menerimanya (***malu mode on)

Anonim mengatakan...

yang penting commit aja ya...=)

Anonim mengatakan...

Woi......

Omongny tilang menilang nie....

Lebih bagus kuTilang bagus suaranya;

Kayaknya blog makin sepi nie.

Anonim mengatakan...

sory pren...gw kayaknya cabut dulu dari predaran nih. tapi mudah2an gak lama,ntar kl dah slesai smua gw bakalan balik ngumpul2 lagi...

oke everybody..see u next time..bye 'n congratulation for all

Anonim mengatakan...

SORE TEMEN2.....
BERIKUT INI EMAIL SAYA YANG BARU...
eko.novianto@igpgroup.astra.co.id


yang gmail tetep aktif koq.
tapi yang tiap hari on line yang igpgroup

Cara Mengatasi Komedo di Wajah mengatakan...

saya suka sekali dengan blog ini
sukses selalu gan

Posting Komentar

Klo mau isi comment,untuk kolom beri komentar sebagai :
di pilih : Name/URL ya,
Name : isikan nama anda
URL : Kosongkan aja